The Shepherd’s Voice

Hidup ini penuh dengan kejadian ironis. Banyak kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ada teman baik yang dipercaya, namun justru dialah yang mencelakai. Orang tua yang menyayangi dan membesarkan anaknya, berharap anak itu akan menyayanginya, namun ternyata anak itu tidak terlalu menyayangi orang tuanya. Pelayan Tuhan menggembalakan jiwa-jiwa dengan sepenuh hati, namun

Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara. (Yesaya 61:1) Tuhan datang untuk membebaskan yang tertawan. Siapakah orang yang tertawan? Orang

Setiap orang menginginkan yang terbaik dalam hidupnya. Manusia memiliki banyak pertimbangan mana yang baik dan buruk menurut mereka. Namun seringkali apa yang baik menurut pemandangan kita belum tentu yang terbaik di pemandangan Tuhan; Jalan Tuhan bukanlah jalan kita. Kebanyakan dari kita menginginkan banyak hal: Ingin mendapat warisan yang banyak dari orang tua, ingin memiliki anak-anak

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. (Mazmur 55 : 23) Ada banyak hal yang bisa membuat kita kuatir. Kekuatiran kita bisa menjadi berbahaya dan bahkan bisa menimbulkan sakit penyakit apabila kita tidak menguasainya. Bagaimana ketakutan bisa menguasai hidup kita? Melalui mata Kita Mata adalah

Bacaan : Yosua 1:1-8 Tuhan berkali-kali menekankan kata “Kuatkan dan teguhkan hatimu” ketika berbicara dengan Yosua untuk memimpin bangsa Israel menuju tanah perjanjian. Yang bisa mengalahkan anak-anak Tuhan untuk ke negeri perjanjian bukan raksasa-raksasa, melainkan hati yang tawar. Karena itu dalam Yosua 1 Tuhan mengatakan kepada Yosua untuk tidak menjadi tawar hati. Ketika kita melihat

Bacaan: Markus 4:21-25 Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. (Markus 4:21) Pelita tidak seharusnya diletakkan di tempat tersembunyi, pelita haruslah diletakkan diatas kaki dian sehingga dapat menerangi seluruh ruangan. Demikian juga seharusnya anak-anak Tuhan: menjadi

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus , umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah

Bacaan : Kejadian 28 – 35 Yakub seringkali mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Sebuah perjumpaannya dengan Tuhan melalui mimpi; Dimana dia melihat malaikat Tuhan naik turun melalui tangga yang ujungnya sampai ke langit (Kej. 28 :12). Yakub menamai tempat itu Betel, disana Tuhan memberikan janji penyertaan-Nya kepada Yakub (Kej 28:13-17, 19). Perjumpaannya dengan Tuhan membuat Yakub

TOP