The Shepherd’s Voice

Bacaan : Ibrani 10:1-9 Yesus adalah korban paskah terakhir Tidak mungkin manusia dapat berkenan kepada Tuhan hanya dengan melakukan hukum taurat. Ketika manusia berusaha melakukannya, hanya kegagalan-kegagalan yang terjadi. Tuhan tidak menghendaki korban dari hukum taurat, sehingga Yesus turun menjadi manusia. Dia mengambil bagian dalam keseharian manusia, mengerti semua penderitaan dosa manusia. Ia mengambil bagian

“Rendah hati mendahului Kehormatan. Tinggi hati mendahului kehancuran.” (Amsal 18:12-13) Tinggi hati seringkali tidak disadari, tetapi tindakannya dapat dikenali Dari gaya bicaranya sangat tinggi dan membuat segan, tetapi ternyata omongannya kosong dan tidak ada artinya. Ia tidak memandang dirinya perlu untuk belajar, sehingga ia akan sulit untuk dibentuk oleh Tuhan. Tidak bisa melihat kesalahannya sendiri,

Hidup ini penuh dengan kejadian ironis. Banyak kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ada teman baik yang dipercaya, namun justru dialah yang mencelakai. Orang tua yang menyayangi dan membesarkan anaknya, berharap anak itu akan menyayanginya, namun ternyata anak itu tidak terlalu menyayangi orang tuanya. Pelayan Tuhan menggembalakan jiwa-jiwa dengan sepenuh hati, namun

Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara. (Yesaya 61:1) Tuhan datang untuk membebaskan yang tertawan. Siapakah orang yang tertawan? Orang

Setiap orang menginginkan yang terbaik dalam hidupnya. Manusia memiliki banyak pertimbangan mana yang baik dan buruk menurut mereka. Namun seringkali apa yang baik menurut pemandangan kita belum tentu yang terbaik di pemandangan Tuhan; Jalan Tuhan bukanlah jalan kita. Kebanyakan dari kita menginginkan banyak hal: Ingin mendapat warisan yang banyak dari orang tua, ingin memiliki anak-anak

Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. (Mazmur 55 : 23) Ada banyak hal yang bisa membuat kita kuatir. Kekuatiran kita bisa menjadi berbahaya dan bahkan bisa menimbulkan sakit penyakit apabila kita tidak menguasainya. Bagaimana ketakutan bisa menguasai hidup kita? Melalui mata Kita Mata adalah

Bacaan : Yosua 1:1-8 Tuhan berkali-kali menekankan kata “Kuatkan dan teguhkan hatimu” ketika berbicara dengan Yosua untuk memimpin bangsa Israel menuju tanah perjanjian. Yang bisa mengalahkan anak-anak Tuhan untuk ke negeri perjanjian bukan raksasa-raksasa, melainkan hati yang tawar. Karena itu dalam Yosua 1 Tuhan mengatakan kepada Yosua untuk tidak menjadi tawar hati. Ketika kita melihat

Bacaan: Markus 4:21-25 Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. (Markus 4:21) Pelita tidak seharusnya diletakkan di tempat tersembunyi, pelita haruslah diletakkan diatas kaki dian sehingga dapat menerangi seluruh ruangan. Demikian juga seharusnya anak-anak Tuhan: menjadi

TOP