Sermons

Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya – Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh

  Bacaan  : Lukas 5:1-11 Hidup di dunia, pastinya kita tidak terlepas dari proses seleksi. Masuk universitas, melamar pekerjaan, bahkan masuk ke tim sepakbola selalu ada proses ini. Seleksi bertujuan untuk mendapatkan yang terbaik, sehingga orang yang tidak memenuhi kualifikasi tertentu akan gagal pada tahap ini. Ia memilih kita dengan tidak sembarangan. Sesungguhnya manusia adalah

“Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah

Kita semua memiliki orang kita kasihi. Mungkin itu orang tua, sahabat, anak-anak, atau pasangan kita. Dan setiap orang punya cara yang berbeda-beda untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang-orang yang mereka kasihi. Demikian juga dengan Yesus. Apakah kamu juga mengasihi Yesus? Kita tidak dapat mencintai Yesus yang tidak kelihatan jikalau kita tidak pernah menunjukkan kasih kepada

Hari Pentakosta merupakan peringatan adanya pencurahan Roh Kudus kepada orang-orang yang percaya kepada Yesus. Peristiwa ini merupakan momentum yang ditunggu-tunggu oleh para rasul setelah Yesus terangkat ke sorga. Mengapa orang-orang percaya di zaman itu sangat menantikan adanya Roh Kudus? Mereka menantikannya karena Roh Kudus memampukan mereka untuk memberitakan injil ke seluruh penjuru bumi. “Tetapi kamu

Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” Kejadian 4: 9 Dosa mengintip kepada Kain. Setelah pertama kali kejatuhan manusia yang pertama, terjadilah kejatuhan yang selanjutnya yang dilakukan oleh Kain. Kain menjadi iri hati dan memiliki pikiran yang buruk terhadap adiknya. Dia merasa: “Adikku kok lebih

Alkisah ada seorang bapa yang memiliki dua anak laki-laki. Suatu ketika, ia pergi dan menyuruh anaknya yang pertama untuk mengerjakan kebun anggurnya. Si sulung dengan enteng mengiyakan, namun di akhir hari, ia tidak melangkahkan kakinya untuk melaksanakan amanat bapanya. Kemudian pergilah juga bapa tersebut pada anak keduanya. Si bungsu mengatakan dengan tegas bahwa ia enggan

  Apakah Yesus segala-segalanya buatmu?

TOP